Polres Berau Gelar Rekonstruksi Pembunuhan di Mayang Mangurai

Rekonstruksi kasus pembunuhan di Mayang Mangurai
Rekonstruksi kasus pembunuhan di Mayang Mangurai

POLRESBERAU.NET, TANJUNG REDEB – Satreskrim Polres Berau gelar rekonstruksi pembunuhan Fansisca (23). Dalam reka adegan yang digelar di halaman Kantor Unit Jatanras Satreskrim Polres Berau itu, ada 25 adegan. Sejumlah fakta baru terungkap.

Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rido Doly Kristian melalui Kanit Resum Ipda Dito Nugraha mengatakan, rekonstruksi atau reka adegan tersebut untuk mengungkap bagaimana Ricky Ashary (33) menghabisi Fransisca.

“Reka adegan berhasil kita lakukan hari ini, dan ada 25 adegan yang diperagakan oleh tersangka, diawali sejak tersangka menjemput korban, hingga membunuh lalu membuangnya,” ungkapnya, Sabtu, 14 November 2020.

Reka adegan pertama memperagakan awal mula niat pembunuhan, dengan modus tersangka mengajak korban jalan-jalan,
pada 19 Oktober 2020. Namun korban menolak.

“Alasannya saat itu korban sedang menjaga anaknya,” ungkap Dito.

Tak menyerah, pada 20 Oktober 2020, tersangka kembali mengajak korban jalan-jalan, kali ini korban bersedia. Tersangka kemudian menjemput korban menggunakan mobil rental. Sedangkan korban yang saat itu menggunakan motor, memarkirkan motor miliknya dan menunggu di rumah sakit.

Tersangka terlebih dahulu mengajak korban minum minuman keras di salah satu cafe di daerah Lamin, maksudnya biar lebih mudah dalam membunuh jika dalam keadaan mabuk. Ini juga sebagai niat Ricky untuk mengabulkan permintaan korban yang ingin minum minuman keras.

Usai dari cafe, tersangka dan korban kemudian kembali ke Tanjung Redeb. Dalam perjalanan, di sekitaran Hutan Kota Tangap, mobil berhenti. Tersangka mengajak korban bersetubuh.

“Ada niat untuk langsung membunuh disana, namun urung,” ucap Dito.

Sesampai di Tanjung Redeb, tersangka sempat berkeliling kota kemudian memutuskan kembali ke Lamin. Di perjalanan, keduanya singgah disebuah toko, untuk membeli tali nilon.

Setelah itu tersangka kembali membawa korban ke jalan poros Labanan, dan berniat membunuhnya disana, namun terlebih dahulu tersangka menyetubuhi korban didalam mobil.

“Kemudian, tersangka langsung membunuh korban dengan cara menjerat leher menggunakan tali nilon. Setelah ia yakin sudah terbunuh, ia lalu melakban mulut serta kepala korban,” ujarnya.

Tersangka lalu membawa mayat korban berkeliling Tanjung Redeb, sebab bingung mayat korban akan dibuang dimana.

Awalnya ia berencana membuang mayat tersebut di sebuah jurang yang berada di Kecamatan Kelay. Namun karena kondisi BBM mobil yang digunakan tidak memungkinkan, akhirnya ia memutuskan untuk membuang mayat tersebut di Bumi Perkemahan Mayang Mangurai, tepatnya di Kolam penangkaran Buaya, pada Rabu 21 Oktober 2020, pukul 06.30 WITA.

Usai reka adegan tersebut, IPDA Dito Nugraha menyebut, tahapan selanjutnya adalah penyusunan berkas, setelah lengkap maka akan dilimpahkan ke Kejaksaan untuk ditindak lanjuti.

“Kita akan serahkan berkas ke Kejaksaan, kemudian ditelaah, setelah dinyatakan lengkap atau P21, maka akan diserahkan ke Pengadilan untuk diputuskan vonis, itu sendiri masuk pembunuhan berencana, Pasal 340 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati,” tutupnya.

Upaya Pendisiplinan Protokol Kesehatan Ke Masyarakat Digelar

Polresberau.net – Menindaklanjuti Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan penanganan corona virus disease 2019 yang telah berlaku sejak 4 Agustus 2020 lalu, TNI-Polri melakukan operasi pendisiplinan baik dalam internal Polri maupun ke masyarakat.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning melalui Paur Humas Ipda Lisinius Pinem, menjelaskan untuk internal TNI-Polri telah dilakukan pada tanggal 18-19 Agustus 2020 kemarin, sedangkan pendisiplinan di lingkungan masyarakat akan dimulai pada 24 Agustus 2020 hingga 24 September 2020.

“Menjelang operasi pendisiplinan protokol kesehatan (prokes) ke masyarakat, kita mulai melakukan himbauan dan sosialisasi kepada masyarakat. Apabila ada masyarakat yang tidak mematuhi prokes, maka akan diberi himbauan dan di beri masker oleh anggota Polres Berau,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 20 Agustus 2020

Meski belum ada tindakan dari pemerintah daerah, seperti menerbitkan Perda tentang protokol kesehatan, Kepolisian mendului dengan melakukan pendisiplinan non penindakan.

Karena terhitung sejak hari ini, upaya pendisiplinan dilakukan di seluruh Kabupaten Berau, bekerjasama dengan Satpol PP, TNI dan pemerintah setempat.

“Kita juga lakukan pendisiplinan tempat wisata, tempat hiburan, pusat pemberlanjaan dan pasar, rumah makan, bandara, taman, rumah ibadah dan tempat lainnya yang memicu terjadinya keramaian,” ungkapnya.

Untuk itu, dihimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Berau untuk mematuhi protokol kesehatan, menghindari keramaian dan lakukan social/physical distancing.

Ops Patuh Mahakam 2020, Himbau Masyarakat Taati Aturan Berkendara

polresberau.net – Tingkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalulintas, Satuan Lalu Lintas Polres Berau sedang melaksanakan kegiatan Operasi Patuh 2020, yang dimulai sejak Kamis, tanggal 23 Juli hingga 5 Agustus 2020.

Selain fokus terhadap keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamsebtibcarlantas) dan pihaknya juga melakukan himbauan protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru kepada setiap pengendara.

“Untuk target Operasi Patuh, ada tiga sasaran utama, yakni penggunaan helm standar, melawan arus dan penggunaan safety belt,” kata Kasat Lantas Polres Berau AKP Anak Agung Ngurah Alit Saputra, Senin, 27 Juli 2020.

Tiga sasaran utama itu dilakukan lantaran masih banyaknya masyarakat yang lalai dalam keselamatan berkendara, yang tentu saja turut membahayakan pengguna jalan lainnya.

Kepolisian juga memasang rambu-rambu peringatan di setiap tikungan di jalanan Berau.

“Kita pasang rambu-rambu agar berhati-hati melalui setiap tikungan, terutama tikungan tajam, karena rawan terjadinya kecelakaan,” ujarnya.

Pihaknya fokus terhadap pengawasan penerapan protokol kesehatan. Kasat Lantas Berau menegaskan, pihaknya tetap akan melakukan penindakan berupa tilang apabila ditemukan beberapa jenis pelanggaran tertentu.

“Untuk operasi patuh sanksi yang kita berikan untuk pelanggaran berkendara yang kasat mata tentu berupa himbauan hingga penilangan contohnya seperti tidak memakai helm, pengendara di bawah umur dan melawan arus. Itu semua sangat berpotensi menyebabkan terjadi laka lantas,” tutupnya.

Dengan demikian, masyarakat tetap dihimbau untuk selalu memperhatikan kelengkapan surat dan keamanan berkendara dan selalu menerapkan protokol kesehatan karena petugas Sat Lantas akan terus melakukan monitoring bagi pengemudi yang disinyalir melakukan pelanggaran.

Jaga Ketahanan Pangan, Kapolres Berau Cek Lokasi Kesiapan Kampung Tangguh Di Segah


polresberau.net – Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning mengecek langsung lokasi yang akan dijadikan sebagai Kampung Tangguh dalam rangka menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi covid-19, di Kampung Bukit Makmur, Segah, Santu (4/7/2020).

Pada kesempatan itu, AKBP Edy Setyanti Erning mengapresiasi kampung Bukit Makmur yang sudah mematuhi protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Dari pertama masuk, saya sudah lihat semua kampung ini bagus, layak menjadi Kampung Tangguh dan saya yakin Desa ini aman kondusif,” sebut Kapolres.

Olehnya itu, orang nomor satu di Polres Berau ini meminta agar pemerintah kampung dan warga bisa terus bersama Polri untuk bersinergi dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Ditingkatkan siskamlingnya, karena bukan hanya mencegah Pandemi tetapi juga kriminalitas,” terang Kapolres.

Ditambahkannya, AKBP Edy meminta agar warga di kampung tersebut untuk mempertahankan paguyuban, pola sistem dan ketertiban keamanannya.

“Tingkatkan juga SDM dan hasil bumi serta tanaman yang diunggulkan di desa ini,” imbau Kapolres.

Page 1 of 2.73812345...102030...Last »