Polres Berau Kawal Kegiatan Baksos Jemaat Vihara Santi Graha

polresberau.net – Usai melaksanakan apel kesiapan perayaan Waisak 2564 BE tahun 2020, Polres Berau melakukan pengecekan dan kegiatan bakti sosial yang akan dilakukan oleh Jemaat Vihara Santi Graha Jalan Pangeran Diponegoro, Tanjung Redeb.

Polres Berau bertemu dengan pengurus Vihara Santi Graha menjelaskan untuk tahun ini Vihara Santi Graha tidak melaksanakan kegiatan perayaan maupun ibadah dalam rangka perayaan Waisak guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 sesuai anjuran pemerintah dan para jemaat melaksanakan ibadah di rumah masing-masing.

Tidak adanya ibadah di vihara, bukan berarti tidak bisa merayakan Waisak. Selain ibadah dirumah, Jemaat Vihara Santi Graha juga melakukan bakti sosial pembagian sembako, sebagai wujud syukur dalam peringatan hari suci umat Buddha tersebut. Kegiatan dilakukan dengan pengawalan kepolisian.

“Kami tetap lakukan pengawalan sesuai prosedur yang ada. Jemaat juga turut bekerjasama menjaga keamanan selama bakti sosial,” ujar Kasubbag Humas Ipda Lisinius Pinem, Kamis (7/5).

Untuk Vihara yang berada di wilayah Kabupaten Berau hingga saat ini masih mematuhi imbauan dan anjuran dari pemerintah pusat maupun daerah.

Hal tersebut terlihat dari tidak adanya kegiatan ritual atau ibadah menjelang Perayaan Waisak yang pada tahun-tahun sebelumnya H-2 Perayaan Waisak, para jemaat mulai mendatangi Vihara.

Masih Main Petasan? Ancaman 12 Tahun Penjara Menanti

polresberau.net, TANJUNG REDEB– Setiap memasuki Bulan Ramadan, selalu identik dengan bunyi petasan setiap malam usai salat terawih. Walau saat ini sedang berada pada pandemi Covid-19 (coronavirus disease), tidak sulit menjumpai masyarakat yang masih bermain petasan, pun tidak sulit pula untuk membeli karena banyak penjual petasan disepanjang

Namun, memainkan mercon atau petasan itu tidak dibenarkan. Karena dapat mengganggu situasi keamanan wilayah tersebut.

Demi terciptanya suasana kondusif di Bumi Batiwakkal, polisi rutin mengimbau masyarakat supaya tidak memproduksi, memperdagangkan, dan menyalakan mercon atau petasan selama bulan Ramadan 1434 Hijriah ini.

“Kami akan menindak tegas bagi siapa saja yang melanggarnya, terlebih lagi ini masih dalam rangkaian pemberantasan penyakit masyarakat atau pekat,” ungkap Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning di Mapolres Berau, Kamis (7/5).

Selain menangkap, polisi juga dipastikan bakal menyita dan memusnahkan benda yang mengeluarkan bunyi memekakkan telinga itu. Dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 telah jelas disebutkan, mana saja benda yang boleh dan tidak boleh diledakkan.

“Di Undang-Undang Darura Nomor 12 Tahun 1951 sudah jelas, tentang petasan dan mercon itu tidak dibenarkan. Makanya kita melarang dan kepolisian akan melakukan tindakan kepada siapapun yang melanggar,” ujarnya.

Pada UU Darurat nomor 12 tahun 1951 Pasal 187 KUHP tentang bahan peledak sudah diatur soal bahan peledak yang dapat menimbulkan ledakan serta dianggap mengganggu dan menimbulkan bahaya bagi masyarakat. Dalam UU dijelaskan, pembuat, penjual, penyimpan, dan pengangkut petasan bisa dikenakan hukuman minimal 12 tahun penjara hingga maksimal kurungan seumur hidup.

Dikira Karena Corona, Saat Rapid Test Hasil Negatif, Kapolsek Gunung Tabur: Penanganan Tetap Covid-19 Dan Himbau Warga Tak Mudah Percaya Berita Hoaks

polresberau.net, GUNUNG TABUR – Aktivitas yang lalu lintas di poros Berau-Bulungan tampak tidak seperti biasanya. Hal tersebut disebabkan adanya truk tangki BBM yang berhenti di tengah jalan penghubung antara Provinsi Kaltim dan Kaltara tersebut, Selasa (5/5) sekitar pukul 13.00 wita.

Mobil tiba-tiba berhenti lantaran sopir yang bernama Aris(53) meninggal secara mendadak di dalam truk yang dikendarainya. Kejadian itu pun sempat viral di sejumlah grup media sosial khususnya WhatsApp, karena kematiannya di kaitkan dengan Covid-19 (coronavirus disease).

Kapolsek Gunung Tabur Iptu Kasiyono membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun belum diketahui penyebab korban meninggal.

“Kejadiannya di sekitar kilometer 45. Informasinya korban tiba-tiba pingsan dan terbaring di tempatnya duduk. Kernetnya pun langsung menarik rem tangan , dan truk berhenti di tengah jalan,” jelasnya.

Beruntung pada saat kejadian tersebut truk dalam keadaan jalan lambat. Sehingga bisa meminimalisir adanya kecelakaan lalu lintas.

Saat kejadian, warga sekitar atau pengendara yang melintas tidak berani melakukan evakuasi dan khawatir terkena virus Corona.

“Tidak ada yang berani mendekat, semua menunggu tim medis. Saat tim medis datang, langsung di bawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban pernah mengeluh sakit di bagian dada.

“Dugaan dari tim medis adalah karena jantung. Karena saat sebelum dilakukan pemulasaran, korban sempat dilakukan rapid test dan hasilnya negatif,” bebernya.

Pemulasaran dilakukan sesuai dengan standar penanganan Covid-19, untuk mencegah terjadinya hal yang tidak-tidak.

“Usai pemulasaran, korban dibawa ke kediaman korban,” ujarnya.

Iptu Kasiyono menghimbau warga agar jangan terlalu panik dan langsung percaya dengan berita yang beredar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hal ini perlu dilakukan guna mencegah penyebaran berita hoaks terutama ditengah pandemi Covid-19 ini.

“Kami himbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial dalam menyikapi berita yang beredar yang kita belum tahu kebenarannya. Terutama di saat wabah ini, berita hoaks hanya akan menambah rasa khawatir masyarakat,” tuturnya.

Polres Berau Kembali Bagikan Masker

 

polresberau.net – Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, Personel Polres Berau kembali melaksanakan giat pembagian masker di pedagang Jl. Milono, Tanjung Redeb, pada Selasa (5/5).

Kasat Binmas AKP Juhari mengatakan, ditengah pandemi Covid-19 ini, pemakaian masker sangat penting, bukan hanya untuk orang sakit saja, tapi juga untuk mereka yang sehat.

“Masker yang kami bagikan adalah masker kain. Ada sekitar 200 masker yang kami bagikan di pasar, dengan sasarannya adalah para pedagang, buruh pasar, anak-anak serta masyarakat yang tinggal di sekitar pasar,” ungkapnya.

Lanjut AKP Juhari, penggunaan masker ini penting sebab penyebaran Covid-19 begitu masif saat ini. Ini artinya, virus corona bisa menyebar di antara orang yang berinteraksi dengan jarak dekat, misalnya saat berbincang-bincang, saat batuk atau saat bersin, bahkan mereka yang tidak mengidap gejalanya.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita disarankan untuk menggunakan masker demi menekan penyebaran virus corona. Apalagi saat ini sudah ada transmisi lokal di Berau, kita harus lebih waspada,” ujarnya.

Ditambahkannya, hingga saat ini Polres Berau dan jajaran terus melakukan bakti sosial. Selain pembagian masker, pihaknya juga melakukan pembagian sembako dan makanan siap saji yang rutin setiap hari.

“Kami terus berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini juga sebagai bakti pelayanan kami kepada masyarakat,” ungkapnya.

AKP Juhari juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan serta tidak mudah percaya dengan berita terkait virus corona yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Selalu jaga kesehatan. Gunakan masker jika keluar rumah dan senantiasa cuci tangan usai beraktivitas,” tuturnya.

Kembali Berulah, Residivis Pencurian di Dor Polisi

“Berani berbuat kejahatan di Berau, kita tangkap. Jadi jangan berani coba,” ujar Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning memulai konferensi pers di Polres Berau, Senin (04/05/2020).

Beberapa waktu lalu, Polres Berau membentuk tim untuk menangkap pelaku kejahatan. Hal ini akibat banyaknya laporan dari masyarakat, terutama kasus pencurian.

Dengan dibopong oleh petugas, seorang residivis berinisial RI (25) harus kembali mendekam di balik jeruji akibat perbuatannya. Dirinya ditangkap karena tindak pidana pencurian.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning didampingi jajarannya, menjelaskan kronologis pengungkapan pelaku berawal dari laporan korban atas nama Muhammad Arif warga Jalan Cut Nyak Dien, Rinding, Teluk Bayur yang mendapati keadaan rumahnya dalam keadaan terbuka dengan bekas congkelan di gagang pintu

“Korban ini masuk ke dalam rumah dan mendapati beberapa barang berharganya telah raib,” ujar AKBP Edy.

Dari aduan tersebut, tim dari Reskrim Polsek Teluk Bayur bekerjasama dengan unit Opsnal Polres Berau kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku pada Sabtu (02/05/2020) sekitar pukul 17.00 wita di Pasar Sanggam Adji Dilayas Teluk Bayur.

“Selain pelaku, beberapa barang turut diamankan sebagai barang bukti, berupa 3 gelang emas masing-masing 2 gram, 1 unit HP merk Samsung Grand prime warna, 1 unit HP merk Sony experia warna merah muda, 1 jam tangan merk Eiger dan 1 jam tangan perempuan,” jelasnya.

Akibat pencurian tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp 6,5 juta.

Sementara dari hasil pengungkapan polisi kemudian pengembangan kembali kasus RI dan diketahui pelaku juga melakukan aksi yang serupa pada, Rabu (01/04/2020) di Kecamatan Gunung Tabur dengan barang bukti berupa 1 Unit Televisi dan 1 Unit Laptop.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman 9 tahun penjara, selain itu petugas juga melakukan tindakan tegas terukur kepada pelaku lantaran melawan saat akan ditangkap,” pungkasnya.

Page 10 of 2.737« First...89101112...203040...Last »