Polres Berau Rutin Adakan Gaktibplin

polresberau.net – Kasie Propam Polres Berau Iptu Hotma Simalango melaksanakan penegakkan Operasi Penegakkan, Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap Personil Polres Berausetelah pelaksanaan apel pagi di Lapangan Apel Mapolres Berau, Senin (09/03/2020).

Pemeriksaan yang diikuti Personil Polres Berau ini meliputi Pemeriksaan Kelengkapan Identitas Pribadi Personil, serta Atribut dan Kelengkapan, serta kerapian pakaian dinas yang sesuai dengan Juknis dan Jukrah yang telah ditentukan oleh Dinas.

Hari ini seluruh personel yang apel pagi dilakukan pemeriksaan kelengkapan dan sikap tampangnya.

Bagi anggota Polres Berau yang terjaring Razia Operasi Gaktiblin akan diberikan tindakan disiplin, tambah Kasie Propam Polres Berau.

Kapolres Akan Memanggil Saksi Ahli

polresberau.net – Usai pertemuan dengan Pemkab Berau pada Jumat(06/03/2020) lalu, Polres Berau terus mendalami permasalahan penyebab air Sungai Segah yang menghijau.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning mengatakan akan memeriksa ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB), terkait hasil penelitian sampel air Sungai Segah yang mengalami perubahan pada beberapa waktu lalu.

Pasalnya penelitian sampel air yang diambil di beberapa titik, telah diterbitkan dan di sampaikan ke Bupati Berau Muharram.

Dikatakan AKBP Edy, sesuai hasil kajian IPB yang menyatakan beberapa kesimpulan mengenai perubahan warna air sungai, untuk lebih mendalaminya, pihaknya akan memanggil ahli IPB yang melakukan penelitian, untuk dimintai keterangan.

“Kami belum periksa saksi (ahli IPB). Karena yang bisa membaca hasil lab itu seperti apa adalah saksi, jadi perlu periksa saksi ahli,” ujar AKBP Edy.

Sedangkan menurut Kepala DLHK Berau Sujadi, mengatakan tetap menganggap perubahan air Sungai Segah akibat aktivitas perusahaan kelapa sawit sehingga menyebabkan banyak ikan mati mendadak.

Menanggapi hal tersebut, AKBP Edy tidak mempermasalahkannya. Menurutnya, adanya pembanding justru lebih baik.

“Kalau memang nanti saksi ahli sudah kami periksa mengatakan ini adalah kesalahan siapa dan dimana, baru akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.

AKBP Edy menyebutkan, pemanggilan tersebut akan dijadwalkan. Mengingat Kepolisian belum menerima salinannya. Setelah nanti menerima salinan, maka akan dilanjutkan dengan memeriksa saksi ahli dari IPB tersebut.

Berbagai desakan masyarakat menginginkan adanya ketegasan pemerintah maupun kepolisian. Jika benar disebabkan oleh pencemaran, AKBP Edy memastikan hal tersebut menjadi perhatiannya pihaknya.

“Yang jelas, memanggil saksi ahli juga belum tentu bisa langsung datang. Tujuan kami memanggil ahli ini untuk memonitor langsung, karena banyak isu yang telah berkembang,” bebernya.

Air Sungai Kembali Menghijau, Kapolres Berau Sampaikan Hasil Kajian dari IPB

polresberau.net – Kepolisian Resor Berau bersama Pemkab Berau terus berupaya untuk menyelesaikan permasalahan Sungai Segah dengan menggelar pertemuan di Rumah Dinas Bupati Berau pada Jumat (6/03/2020) lalu.

Selain Kepolisian dan Pemkab, pertemuan ini juga turut dihadiri KLK Group dan beberapa perusahaan lainnya agar mendapat pemahaman yang sama tentang kasus ini.

Pertemuan ini sekaligus membahas hasil kajian yang dilakukan oleh ahli Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus membahas tindaklanjut penanganan menyeluruh terkait persoalan Sungai Segah.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning dalam pertemuan tersebut membacakan hasil kajian dari IPB yang menyebutkan beberapa kesimpulan yang mengatakan peristiwa jernihnya air Sungai Segah tidak ada hubungannya dengan kegiatan pemupukan.

“Jernihnya air Sungai Segah terjadi karena peristiwa koagulasi. Dimana pH air sungai yang berada pada pH sekitar 6.0-6., dan suspensi air tersebut dengan air parit yang mengandung ion Al dan sulfat yang tinggi sehingga terkoagulasi kemudian mengendap,” jelasnya.

Hal tersebut yang membuat air menjadi jernih. Air yang jernih ini sebenarnya tidak berwarna hijau dan tidak berbahaya untuk makhluk hidup.

Sedangkan ada beberapa faktor yang mendukung terjadinya peristiwa tersebut diantaranya adanya sedimen berpirit dan teroksidasi di kawasan PT. Satu Sembilan Delapan (SSD) dan kemungkinan juga di kawasan hulu DAS (diluar wilayah SSD, serta kawasan mangrove di sekitar Sungai Segah.

“Kecepatan aliran air sungai yang rendah serta musim kemarau panjang 2019 lalu juga mempengaruhi kondisi air sungai,” lanjut AKBP Edy.

Dalam kesempatan itu disepakati agar perusahaan KLK Group segera membuat pengolahan air parit perkebunan sawit, untuk menghindari resiko menurunnya pH akibat penyebab seperti yang disebutkan dalam hasil penelitian IPB tersebut.

Selain itu disepakati bahwa pihak perusahaan akan memberikan tambahan ganti rugi yang diajukan masyarakat dengan jumlah yang akan dibicarakan lagi kepada masyarakat dengan difasilitasi Pemkab Berau.

Hingga saat ini kepolisian masih terus berkoordinasi dengan para ahli maupun dari Dinas LHK Berau terkait masalah air Sungai Segah.

Air Sungai Segah Hijau Kembali, Kapolres Sampaikan Hasil Penelitian IPB

Pemkab Berau, Polres dan Perusahaan berupaya untuk menyelesaikan permasalah Sungai Segah dengan pertemuan yang digelar 6 Maret 2020 di Rumah Dinas Bupati Berau. Pertemuan membahas hasil kajian yang dilakukan oleh ahli Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus membahas tindak lanjut penanganan menyeluruh persoalan Sungai Segah.
.
Pemkab mengundang KLK Group dan beberapa perusahaan lainnya untuk mendapatkan pemahaman yang sama tentang kasus ini. Kapolres Berau membacakan hasil kajian IPB yang menyebutkan beberapa kesimpulan antara lain.
.
1. Peristiwa jernihnya air Sungai. Segah tidak ada hubungannya dengan kegiatan
pemupukan.
.
2. Jernihnya air Sungai Segah terjadi karena peristiwa koagulasi. Di mana pH air sungai yang berada pada pH sekitar 6.0–6.5 dan suspensi air sungai tersebut dengan
air paritan yang mengandung ion Al dan sulfat yang tinggi, maka ion Al akan
berikatan dengan klei tersuspensi tersebut dan terkoagulasi untuk selanjutnya
mengendap.
.
Sehingga air menjadi jernih. Air yg jernih ini sebenarnya tidak
berwarna hijau dan tidak berbahaya untuk makhluk hidup.
.
3. Faktor– faktor yang mendukung terjadinya peristiwa ini adalah:
.
a. Adanya sedimen berpirit dan teroksidasi di kawasan PT SSD dan
kemungkinan juga di kawasan hulu DAS (diluar wilayah SSD, serta
kawasan mangrove di sekitar Sungai Segah.
.
b. Kecepatan aliran air sungai yang rendah.
.
c. Musim kemarau yang panjang pada tahun 2019 pada fraksi klei sedangkan ion-ion
.
Dalam kesempatan ini disepakati agar perusahaan KLK Group segera membuat pengolahan air parit perkebunan sawit agar menghindarkan resiko menurunnya pH akibat penyebab yang telah disebutkan dalam hasil penelitian IPB ini.
.
Selain itu pihak perusahaan sepakat untuk memberikan tambahan ganti rugi yang diajukan oleh masyarakat dengan jumlah yang akan dibicarakan lagi kepada masyarakat dengan difasilitasi oleh Pemkab Berau.(*)
.

Cegah Peredaran Miras, Kapolres Berau Beri Himbauan

polresberau.net – Maraknya peredaran minuman keras di Kabupaten Berau membuat resah masyarakat. Pada awal tahun 2020 ini saja, sudah ada ribuan botol miras ilegal yang berhasil diamankan jajaran Polres Berau.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning mengatakan ada banyak dampak negatif dari mengkonsumsi minuman beralkohol tersebut. Kehilangan kesadaran saat menenggak miras dapat berakibat fatal karena bisa menyebabkan kecelakaan.

“Saat meminum miras orang bisa kehilangan kesadaraan atau mabuk. Dalam keadaan seperti itu jika dia menaiki kendaraan, bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” jelas AKBP Edy.

Selain kecelakaan, orang yang berada di bawah pengaruh minuman keras juga rentan melakukan tindakan kriminalitas yang menganggu keamanan masyarakat.

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, terjadi insiden pengeroyokan sekelompok warga yang menyebabkan beberapa diantaranya mengalami luka dan harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit . Usut punya usut, ternyata para pelaku pengeroyokan berada dibvawah pengaruh alkohol saat berkelahi.

Dari beberapa permasalahan seperti diatas, AKBP Edy menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mengonsumsi minuman beralkoho, dan apabila menemukan warga yang menjual miras untuk segera melaporkan ke Polres Berau.

“Apabila melihat ada yang mabuk-mabukan atau menjual miras agar segera melapor ke Polres Berau, agar segera kami tindak. Mari kita bersama kita berantas peredaran miras di Bumi Batiwakkal,” ungkapnya.

Page 21 of 2.736« First...10...1920212223...304050...Last »