Segah Kembali Salurkan BST, Penyaluran Dijaga Ketat Kepolisian

polresberau.net – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) masa bayar 2 tahap II berlanjut di wilayah Segah. Dengan pengawalan dari Polsek Segah dan Koramil, penyaluran BST dilakukan terpusat di Kantor Pos Segah pada Jumat (5/6/2020).

Pengawalan dipimpin oleh Kapolsek Segah AKP Faisal Hamid, guna mengantisipasi adanya gangguan selama penyaluran bantuan.

Kasubbag Humas Ipda Lisinius Pinem mengatakan sejumlah personel telah disiagakan guna menjaga keamanan dan menghindari gangguan.

“Sejumlah personel kami siagakan, untuk mengawal penyaluran BST serta mengantisipasi adanya kecurangan saat penyaluran,” jelasnya.

Setiap penerima atau warga akan mendapat bantuan sebesar Rp 600.000,- dan akan diberi secara bertahap selama tiga bulan. Penerima tersebar di 13 kampung di Kecamatan Segah.

“Penyaluran juga dilakukan diseluruh kecamatan secara bertahap. Personel yang di Polsek juga sudah kami siagakan untuk pengawalan di kecamatan-kecamatan,” ujarnya.

Tidak lupa, dalam pelaksanaan pembayaran BST, tetap diterapkan protokol kesehatan dengan petugas pelaksana penyaluran diwajibkan memakai masker.

Mangkir Dari Tugas, Dua Personel Diberhentikan Tidak Dengan Hormat


polresberau.net – Polres Berau menggelar upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada dua orang personel karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning memimpin upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari Dinas Polri atas nama Bripda Maman Kuraya NRP 88090051 dan Bripda Andi Rian NRP 93050632, di Mapolres Berau, Jumat (5/6/2020).

Pemberhentian tersebut berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Nomor : KEP/231/III/2020 dan Nomor: KEP/232/III/2020 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Dari Dinas Polri tertanggal 20 Maret 2020.

“PTDH ini di upacarakan agar ada kejelasan bahwa Bripda Maman Kuraya terakhir bertugas di Polsek Tanjung Redeb yang mangkir dalam tugas lebih dari 700 hari berturut-turut dan Bripda Andi Rian terakhir bertugas di Sat Sabhara Polres Berau yang atau mangkir dalam tugas selama lebih dari 100 hari berturut-turut,” ungkap Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning di Mapolres berau, Jumat (5/6/2020).

Yang bersangkutan telah melakukan disersi atau meninggalkan tugas atau mangkir dalam tugas selama lebih dari 30 hari berturut-turut sehingga melanggar kode etik Polri.

Upacara ini hanya menampilkan foto karena yang bersangkutan tidak hadir dalam upacara tersebut. Foto tersebut diberi tanda silang sebagai tanda bahwa yang bersangkutan bukan lagi anggota Polri dan sudah kembali lagi menjadi masyarakat sipil.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat apabila yang bersangkutan mengaku sebagai anggota Polri dan menyalahgunakan nama organisasi Polri untuk kepentingan pribadi.

“Dengan ini disampaikan kepada seluruh masyarakat apabila mendapatkan dua mantan personel Polri ini mengaku masih menjadi anggota Polri, kami tegaskan bahwa terhitung sejak saat ini yang bersangkutan sudah bukan lagi anggota Polri. Jadi yang bersangkutan sudah tidak melaksanakan tugas sebagai anggota Polri, sehingga hak dan kewenangannya sebagai Polri sudah tidak ada lagi,” tutupnya.

Rekonstruksi Penemuan Kerangka Manusia, Polisi Ungkap Fakta Baru

Reka adegan kasus pembunuhan terkait penemuan kerangka manusia di Tabalar, 2 Mei 2020 lalu.

polresberau.net – Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Anselmus Anselrong atau Ase, Warga Kampung Tabalar Ulu, Kecamatan Tabalar, di gelar jajaran Polres Berau, Rabu (3/6/2020) sekitar pukul 12.30 wita.

Ase tewas ditangan istri sirinya, Marselina Nona Anas yang selama 7 tahun tinggal bersamanya. Ase dibunuh dengan cara dipukul dengan kayu dibagian leher.

Selain menghadirkan tersangka, reka ulang yang digelar di halaman belakang Mapolres Berau ini juga menghadirkan teman dekat pelaku, Taher.

“Ada 26 adegan yang diperagakan. Mulai dari rencana awal, menyiapkan kayu, survei lokasi, hingga membuang jasad korban,” ungkap Kasat Reskrim AKP Rengga Puspo Saputro di Mapolres Berau, Rabu (3/6/2020).

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning melalui Kasat Reskrim AKP Rengga Puspo Saputro, menyatakan apa yang dilakukan pelaku merupakan pembunuhan berencana.

Karena dari reka ulang, kata Rengga, pelaku sudah mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk melancarkan aksinya. Pelaku juga sudah memikirkan akan membuang jasad korban ke sungai.

Sedangkan Taher, ikut membantu Marselina membuang jasad korban ke sungai dengan menggunakan sepeda motor.

“Fakta terbaru yang didapat, Taher juga turut aktif dalam membantu membuang jasad korban,” ujarnya.

Terkait motif pelaku membunuh suami sirinya, karena pelaku mengaku sering mendapat perlakuan kasar. Bahkan pelaku pernah diancam akan dibunuh oleh korban jika berani melapor ke polisi.

“Pelaku mengaku membunuh karena terlanjur sakit hati dengan sikap temperamental Ase,” ujar Rengga.

Dengan menahan air mata, Marselina menceritakan kerap menjadi sasaran kekerasan korba apabila tidak memenuhi keinginan korban.

“Saya sudah tidak tahan. Selama 7 tahun saya sering disiksa. Salah sedikit saja saya langsung di marah dan dipukul pakai kayu, sapu kadang sampai diinjak,” ungkap Marselina.

Meski begitu, pelaku mengaku menyesal karena sudah membunuh. “Saya juga ingin meminta maaf kepada seluruh keluarganya,” ujarnya.

Untuk diketahui, terbongkarnya kasus ini berawal dari penemuan kerangka manusia yang diduga tulang Ase oleh masyarakat di sekitar Sungai Loading Kampung Tabalar Ulu, yang dilaporkan pada 2 Mei 2020 lalu.

Diberitakan sebelumnya, pembunuhan dilakukan oleh Marselina Nona Anas pada Kamis (12/3/2020) sekitar pukul 23.00 wita. Pelaku membunuh saat korban tertidur dengan menggunakan kayu.

Saat yakin sudah meninggal, pelaku kemudian menelpon rekannya, Taher, untuk meminta membuang jasad korban. Keduanya membawa korban menggunakan sepeda motor.

“Kedua pelaku terancam Pasal 340 KUHP sub Pasal 338 KUHP junto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup,” pungkasnya.

Penyaluran BST Tahap 2 di Kantor Pos Dijaga Ketat Kepolisian

polresberau.net – Dengan pengawalan dari Polres Berau dan TNI, penyaluran dana bantuan sosial tunai (BST) masa bayar tahap 2 untuk masyarakat tidak mampu di Bumi Batiwakkal melalui PT. Pos Tanjung Redeb kembali dilakukan hari ini, Selasa (2/6/2020).

Pengawalan dipimpin oleh Ipda Sukhidin, guna mengantisipasi adanya gangguan selama penyaluran bantuan.

Kasubbag Humas Ipda Lisinius Pinem mengatakan sejumlah personel telah disiagakan guna menjaga keamanan dan menghindari gangguan.

“Sejumlah personel kami siagakan, untuk mengawal penyaluran BST serta mengantisipasi adanya kecurangan saat penyaluran,” jelasnya.

Setiap penerima atau kepala keluarga akan mendapat bantuan sebesar Rp 600.000,- dan akan diberi secara bertahap selama tiga bulan.

“Penyaluran juga akan dilakukan diseluruh kecamatan secara bertahap. Personel yang di Polsek juga sudah kami siagakan untuk pengawalan di kecamatan-kecamatan,” ujarnya.

Tidak lupa, dalam pelaksanaan pembayaran BST, diterapkan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan dan mewajibkan para penerima BST menggunakan masker serta tempat duduk pengunjung di berikan jarak 1 meter.

Pada pelaksanaan pembayaran Bantuan Sosial Tunai tersebut PT Pos menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan dan mewajibkan para penerima BST menggunakan masker serta tempat duduk pengunjung di berikan jarak 1 meter.

Page 5 of 2.737« First...34567...102030...Last »